Gambaran Hidup di Planet Mars

Gambaran Hidup di Planet Mars

Planet Mars merupakan salah satu bagian dari susunan tata surya kita, dan banyak hasil penelitian yang membuktikan beberapa kemiripan bumi dengan Mars.

Gambaran Hidup di Planet Mars

Bahkan para peneliti beranggapan kalau suatu saat manusia bisa tinggal disana jika terus mengembangkan penelitian di planet ini dan menggunakan perlengkapan teknologi lebih canggih lagi.

Planet merah itu telah mendapatkan rencana proyek pada tahun 2030 mendatang dari NASA untuk didatangi dan didiami oleh manusia. Bagaimana ya gambarannya ? Yuk simak dibawah ini.

Gambaran Hidup di Planet Mars Oleh NASA

Gambaran Hidup di Planet Mars

  • Suasana Musim Lebih Ekstrim

Tidak hanya bumi yang memiliki musim, dari hasil penelitian NASA membuktikan kalau mars memiliki beberapa musim yang diakibatkan oleh kemiringan planet pada porosnya.

Jika kamu hidup di bagian selatan Mars, atau titik terjauh dari matahari, kamu akan mendapatkan musim dingin yang jauh lebih dingin dan musim panas yang jauh lebih panas ketimbang di bagian utara Mars.

Akan berbeda lagi untuk bagian Utara Mars yang mendapatkan musim semi selama 7 bulan, musim panas 6 bulan, lima bulan musim gugur, dan empat bulan musim dingin.

Perhitungan bulan jauh lebih panjang, karena 1 tahun di mars sama dengan 1,88 tahun di bumi. Jika bumi memakai format waktu selama 24 jam, maka di Mars jauh lebih panjang.

  • Temperatur Udara Yang Berubah-Ubah Sewaktu-Waktu

Bisa dikatakan kalau planet Mars memiliki kondisi cuaca yang sangat tidak teratur. Rata-rata temperaturnya berkisar di angka minus 60 derajat Celcius dan ketika musim dingin bisa mencapai minus 126 derajat Celcius untuk area di dekat kutub.

Bahkan sewaktu musim semi di Mars suhunya bisa berubah hingga 20 derajat. Selain itu suhu udara bisa berubah hanya dalam satu minggu atau kurang.

  • Badai Debu

Fenomena alami berdebu itu bahkan bisa menyelimuti seluruh planet dalam waktu berhari-hari. Kendala debu ini masih menjadi rumusan baru dan permasalahan baru bagi para peneliti.

Karena jika manusia ingin bisa tinggal di planet tersebut, maka harus menemukan cara untuk bisa bertahan hidup dari tumpukan debu.

Debu ini tidak berbahaya bagi tubuh manusia, tetapi ia mampu mengganggu peralatan elektronik dan peralatan yang dijalankan dengan tenaga surya.

  • Radiasi Matahari

Dikarenakan tidak ada pelindung atmosfer seperti di bumi, sinar ultraviolet dan radiasi matahari lainnya akan langsung mengenai tubuhmu. Itu berarti efek radiasi alias mutasi pada tubuhmu akan sangat terasa dan berdampak besar pada kehidupanmu.

  • Kendala Komunikasi

Planet yang belum dihuni oleh manusia ini pastinya juga tidak menyediakan layanan internet seperti di bumi yang telah diciptakan oleh manusia.

Sehingga ketika kalian ingin mengirimkan pesan ke bumi, maka pesan akan tersampaikan setidak nya 15 menit atau lebih bahkan bisa gagal terkirim.

  • Objek Wisata Menakjubkan

Satu hal lagi yang bisa membuatmu tidak ketakutan untuk tinggal di Mars adalah pemandangan alamnya. Di Mars terdapat gunung berapi terbesar di galaksi kita, Gunung Olympus.

Gempa di Planet Mars

Gempa di Planet Mars

Lagi-lagi NASA menemukan aktifitas terbaru dari planet Mars, terjadi gempa sebelumnya di Mars dan sekarang Robot InSight NASA berhasil mendeteksi terjadi gempa baru lagi.

Badan antariksa nasional Amerika Serikat (NASA) merasakan guncangan gempa kuat, Marsquakes, yang terdeteksi pada Maret lalu. Gempa di Mars ini tercatat berkekuatan M 3,1 hingga M3,3 pada 7 Maret dan 18 Maret lalu.

Gempa di Planet Mars

Namun demikian, bagaimana terjadinya gempa itu masih merupakan misteri. Periset meyakini ada peristiwa seismik yang mungkin disebabkan terlontarnya energi yang tiba-tiba dari dalam Planet Mars. Namun Mars disebut tidak punya sistem tektonik aktif seperti di Bumi yang menyebabkan gempa.

Robot InSight NASA Deteksi Gempa di Planet Mars

Robot InSight NASA Deteksi Gempa di Planet Mars

Tercatat 500 guncangan dalam 2 tahun terakhir sudah terjadi di Mars, berasal dari daerah dekat ekuator Mars yang dikenal sebagai Cerberus Fossae.

Cerberus Fossae adalah wilayah di Planet Merah yang memiliki banyak celah besar yang hampir semuanya saling terhubung atau pararel. Serangkaian celah ini terbentuk ketika kerak planet ditarik terbuka oleh peristiwa vulkanik yang dramatis.

Perancis diketahui ikut membantu menyediakan seismometer InSight dan mendistribusikan datanya bersama dengan universitas riset Swiss ETH Zurich. Di Bulan, gelombang gempa cenderung tersebar. Sedangkan di Mars, gempa yang berasal dari Cerberus Fossae seperti di Bumi.

Pendarat InSight yang mendarat pada November 2018 lalu, menunjukkan mungkin memang ada beberapa tempat vulkanik aktif di bawah tanah Mars, mungkin batuan cair panas (magma) bergerak dan mengalir seperti di Bumi.

Di sisi lain, InSight juga sedang mengerjakan tugas yang diharapkan akan mempertajam pengamatan gempa Mars saat misi berlanjut selama satu tahun Mars berikutnya.

Tim misi menduga bahwa perubahan suhu yang besar antara siang dan malam di Mars, mungkin menciptakan suara letupan dan lonjakan dalam data seismometer, saat kabel yang menghubungkan instrumen ke pendarat utama mengembang dan menyusut.

Untuk mencoba melindungi kabel dari perubahan ini, tim InSight menggunakan lengan robot pendarat untuk menyendok tanah Mars ke kabel.

Pelangi Muncul di Planet Mars

Pelangi Muncul di Planet Mars

NASA kembali menemukan fenomena baru di luar angkasa di Planet Mars kamera Perseverance NASA menangkap gambar sebuah pelangi. Hal ini tentunya membuat warganet heboh, gambar yang baru saja berhasil ditangkap pada 4 April 2021 lalu.

Pelangi Muncul di Planet Mars

Jika berdasarkan penelitian NASA di Mars tidak seharusnya muncul pelangi, namun sebuah keajaiban melalui kamera Perseverance teori ini menjadi berubah. Kamera penjelajah Perseverance merupakan sebuah eksperimen dan demonstrasi teknologi, mengarah pada pengembangan helikopter yang dapat menjadi pengintai dan penjelajah, serta misi manusia ke Mars di masa depan.

Pelangi Muncul di Planet Mars Tertangkap Kamera Perseverance Milik NASA

Kamera Perseverance Milik NASA Tangkap Gambar Pelangi

Berdasarkan penelitian di bumi, pelangi muncul jika sinar matahari dan tetesan hujan di langit. Nah, sedangkan Planet Mars merupakan planet dengan tingkat atmosfer paling tipis & jauh lebih kering daripada bumi.

Sehingga NASA menjawab ribuan pertanyaan warga dunia yang bertanya-tanya mengapa di Mars bisa ada pelangi? Pelangi itu muncul karena adanya pantulan pijar lensa kamera penjelajah. Tidak hanya pelangi saja yang di pertanyakan oleh warga dunia, melainkan apakah ada kemungkinan di Planet mars memiliki jaringan untuk bermain judi online di situs sbobet terpercaya.

Nasa menjelaskan Planet Mars tidak mungkin ada pelangi, pelangi tercipta dari pantulan cahaya dari tetesan air. Tetapi tidak ada cukup air di sini untuk mengembun, dan terlalu dingin untuk air cair di atmosfer.

Perseverance telah diluncurkan sejak pertengahan 2020, robot penjelajah ini mendarat dengan baik di permukaan planet merah dan langsung menjalankan misi di Mars.

Kendaraan robptik canggih Perseverance milik NASA ini sebenarnya sudah berlayar di laur angkasa selama hampir 7 bulan.

Setelah menempuh miliaran kilometer, untuk pertama kalinya Perseverance berhasil mendarat di Kawah Jerezon pada 19 Febriuari 2021 waktu Australia, sebagai bagian dari Misi Mars 2020 NASA.

Menurut IFL Science, kamera belakang Perseverance yang membidik foto tersebut mengarah ke selatan melihat ke arah Matahari. Dan sebenarnya bukan hanya di Mars saja, fenomena serupa juga pernah terjadi di planet lainnya seperti venus.

Di Venus, tetesan asam sulfat di atmosfer planet dapat menyebabkan ‘halo’, pola tepat seperti yang difoto oleh Venus Express Badan Antariksa Eropa pada tahun 2011.